Kamis, 12 April 2018

Nasi Pocong

Ini kejadian misterius yang terjadi pada zaman dahulu kala ketika saya masih mahasiswa baru, tepatnya di tahun pertama tinggal di asrama. Di asrama universitas saya, ada semacam kegiatan orientasi asrama untuk mahasiswa yang baru tinggal di asrama, biasanya disebut OWB (Orientasi Warga Baru). Isi kegiatannya ya seperti ospek pada umumnya, kami sebagai warga baru diwajibkan untuk membuat banyak hal, membuat kelompok, membuat ini-itu, mencari benda ini dan itu, dan sebagainya. Malam itu, saya mengerjakan mading secara berkelompok mulai habis maghrib sampai agak malam di ruang belajar asrama (yang sebenarnya cuma space agak luas aja sih di dekat tangga). Jam 9 malam bagi saya sudah malam waktu itu, karena belum merasakan begadang mengerjakan tugas atau kegiatan organisasi. Kami yang masih polos waktu itu, mengerjakan tugas itu dengan rajin sekali. Sialnya, saya tidak sempat membeli makanan sepulang kuliah, kantin asrama sedang tutup dari pagi, sementara mading masih belum selesai dan saya terlalu sungkan untuk izin keluar untuk membeli makanan. Dengan putus asa, saya membuat status BBM, menjelaskan judul sekaligus isi dari cerita yang sedang saya alami waktu itu, "Starving".

Singkat cerita, ketika saya kembali kamar, dua teman sekamar saya sudah tidur. Mood yang sedang kurang oke mencegah kantuk saya datang, padahal kondisi saya waktu itu itu sudah sangat lelah dan butuh istirahat. Salah satu teman saya tiba-tiba 'ngelilir' (terbangun) dan bicara dengan artikulasi yang tidak jelas. Dia menunjuk sebuah bungkusan kertas minyak di meja belajar. Terlihat ada ekor ikan menyembul di salah satu sisi bungkusannya. Sepertinya lele. Sepertinya enak. Dan ada pisangnya.

Nasi bungkus itu menjadi misteri di kamar kami. Saya dan teman-teman tidak ada yang mengakuinya. Kami tidak merasa memiliki nasi itu. Salah satu teman saya bilang, ada seseorang yang mengetuk pintu dan meletakkan nasi itu di meja. Walaupun sebenarnya kondisi dan situasi saya-lah yang paling mungkin untuk 'mendapatkan' nasi lele itu, terlebih lagi karena saya memang memasang status tentang kelaparan saya. Bisa sih masuk akal, tapi ganjil. Waktu itu kontak BBM saya hanya segelintir orang saja, dan posisi mereka jauh dari saya. Dengan kata lain, tidak mungkin mereka se-peduli itu. Nasi itu benar-benar menjadi misteri yang tidak terpecahkan.

Suatu hari, saya bercerita kepada seseorang tentang itu. Dia bilang, mungkin nasi dari pocong.

Siapapun pocong itu, terimakasih.